Jumat, 05 Desember 2008

I'm so sorry again

Oke...


Aku lagi-lagi minta maaf. Kayaknya aku emank udah ga tw cara ngadepin adekku yang sudah dewasa ini.


Mungkin emank susah maafin kakak. Aku sungguh mengerti.


Oke, kakak tunggu mpe adek maafin kakak. Sampai kapanpun bakalan kakak tunggu. Mmmm seandainya aku tau "itu" sebuah kesalahan, aku ga akan bilang kayak gitu. Aku akan ubah sikapku yang begitu sok care.


Oke, sekali lagi aku minta maaf dengan sungguh-sungguh. Gapapa kalo kamu marah bgt sama aku. Well, aku g akan marah sama kamu. Dan aku g punya alasan buat marah sama kamu. Tadinya aku bikin blog ini buat kamu, dan sekarang ......????


Yah aku tunggu maaf-mu dik.


Ga ada lagi yang bisa aku bilang. Kata-kataku sudah habis karena sedihnya aku. Tapi gapapa ini pelajaran buat aku. Terimakasih buat pelajaran ini dik. Aku ga akan berbuat begini lagi kepada siapapun. Ini janjiku padamu. Dan sekali lagi, aku benar-benar menyesal telah berbuat bodoh.


Intinya aku sayang kamu seperti dulu, miss you.


Kamis, 04 Desember 2008

siapa aku??

Siapa aku??


Ya ALLAH, dia tidak lagi mengenaliku. Malang benar nasib ku, apa lagi yang harus aku lakukan sekarang ini ? Sungguh tidak ada gunanya lagi aku sebagai kakaknya.


Selama ini aku sungguh-sungguh merindukannya. Tapi justru mungkin aku sudah tidak diinginnya lagi, sebenernya aku ingin saja memberitahunya siapa aku. Akan tetapi aku sungguh takut dia akan menjauh dariku seperti sebelum-sebelumnya. Aku ingin menjadi kakak yang dia anggap seperti dulu, dulu dia selalu jujur kepadaku. Dan aku merindukan kejujurannya, memang masa kecil kami sungguh menyenangkan. Bahkan sampai sekarang hati kecilku masih mengangapnya bahwa dialah adik kesayanganku. Tapi aku pun kurang yakni kalo sekarang dia juga beranggapan yang sama.


Dan seandainya waktu bisa mengulang kembali kebersamaan kami, tidak akan aku biarkan dia sedikitpun jauh dari kotaku. Kalau aku tau jadinya begini, akan aku hadapi orang tuanya dan meminta untuk tidak memisahkan kami.


Tapi sekarang itu semua hanya angan-angan, yah mungkin karna itulah Tuhan memberikan umat manusia sebuah kata SEANDAINYA. Kalau tidak ada kata seandainya pasti penyesalan itu tidak datang belakangan.





Sekarang aku ingin berpesan untuk siapapun yang membaca blog ini, aku ingin menyampainkan. Jangan sia-siakan apapun yang sekarang kamu miliki. Karena apabila yang kamu miliki tersebut hilang, itu akan jadi penyesalan buat kalian. Seperti aku sekarang ini, yang penuh dengan penyesalan !



Dan yang terakhir, buat adikku yang tidak mengingatku :

Adik apa kamu rindu kakak ?

Kakak sangat merindukanmu .

Apa kamu masih jujur seperti dulu kepada kakak ?

Kakak sungguh ingin kamu berbagi kepada kakak, akan tetapi dengan kejujuranmu dik.

Adik apa kamu kekurangan bahagia ?

Berusahalah untuk datang kembali ke kota kebahagiaanmu, karena aku dan kebahagiaanmu akan menunggu disana.

Adik apa kamu akan kecewa denganku sekarang ?

Kakakmu ini akan sungguh-sungguh bersedia menerimamu apa adanya.

Dan yang terakhir untukmu dik. Seberat apapun hidupmu, janganlah kamu lupakan keluarga intimu ( Ayah, ibu, dan adikmu ). Walaupun mereka kadang tidak cocok, kakak harap kamu bisa menyatukan mereka lagi. Bukan dengan emosi, akan tetapi dengan hatimu yang damai. Buktikan bahwa rasa sayangmu kepada mereka mempunyai kekuatan yang hebat untuk mendamaikan mereka. Tidak usah terburu-buru atau memaksakan mereka. Yang penting kamu berusaha, dan hasilnya serahkan pada Tuhan. Dan juga aku berpesan gapailah mimpimu dik, gapailah kebahagianmu. Apabila kita bisa bertemu lagi, aku akan membanjirimu dengan kasih sayang. Sehingga tangganmu ataupun hatimu tidak bisa menampungnya.



Salam manis untuk LUNA ( adikku ).